ASI

Teknologi Masuk Posyandu: Kader Desa Kini Bisa Pantau Tumbuh Kembang Anak Lewat Aplikasi KENANGA

Wahidah Sukriani
Penulis
📅 ⏱ 3 menit baca

Memantau tumbuh kembang anak di tingkat desa bukan perkara sederhana. Kader Posyandu — para relawan yang menjadi ujung tombak kesehatan anak di pedesaan — seringkali menghadapi keterbatasan alat, pengetahuan, dan waktu dalam menilai apakah seorang anak tumbuh sesuai usianya.

Menjawab tantangan ini, Program Studi D3 Kebidanan menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan melibatkan 10 orang kader Posyandu sebagai peserta. Kegiatan yang didampingi oleh tiga orang dosen D3 Kebidanan dan melibatkan mahasiswa ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi — salah satu kewajiban akademik yang menghubungkan kampus langsung dengan kebutuhan masyarakat.


Mengenalkan KENANGA: Aplikasi Kesehatan Anak di Genggaman Kader

Inovasi utama yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah aplikasi KENANGA — singkatan dari Kesehatan Anak dan Keluarga — sebuah aplikasi berbasis Android yang dirancang khusus sebagai alat bantu bagi kader Posyandu.

Dengan KENANGA, kader dapat:

  • Memberikan informasi kesehatan kepada orang tua secara cepat dan terstruktur
  • Memantau status gizi anak berdasarkan data pengukuran
  • Menilai perkembangan anak sesuai tahapan usia secara mudah

Kehadiran aplikasi ini menjadi jembatan antara kemajuan teknologi kesehatan dengan kebutuhan nyata di lapangan — di mana kader Posyandu sering kali harus membuat penilaian cepat dengan sumber daya yang terbatas.


Bagaimana Kegiatan Berlangsung?

Tahap Awal: Mengenali Titik Mulai

Sebelum pelatihan dimulai, tim dosen melakukan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keterampilan awal para kader dalam menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian kader masih membutuhkan penguatan pemahaman — terutama dalam hal interpretasi hasil pengukuran dan pengenalan indikator perkembangan sesuai usia.

Ini bukan kekurangan para kader. Ini adalah gambaran nyata dari kesenjangan yang selama ini ada antara pengetahuan medis dan akses informasi di tingkat desa.

Tahap Inti: Pelatihan Teori dan Praktik

Materi pelatihan mencakup dua bagian utama:

Pengenalan Aplikasi KENANGA — mulai dari fungsi dan tujuan, pengenalan fitur-fitur utama, hingga cara penggunaan aplikasi dalam sesi Posyandu sehari-hari.

Penilaian Tumbuh Kembang Anak — teknik dasar pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, serta cara mengidentifikasi tahapan perkembangan anak sesuai usia menggunakan panduan yang sudah terstandarisasi.

Sesi Diskusi Interaktif

Salah satu sesi yang paling diantisipasi adalah diskusi interaktif antara dosen, mahasiswa, dan para kader. Di sini, kader bebas menyampaikan kendala yang sering mereka hadapi di lapangan — dan mendapatkan solusi praktis yang bisa langsung diterapkan.

 


Hasilnya: Peningkatan yang Nyata

Kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur efektivitas pelatihan secara objektif. Hasilnya berbicara sendiri:

Para kader menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan menilai pertumbuhan dan perkembangan anak, sekaligus peningkatan keterampilan dalam memanfaatkan aplikasi KENANGA sebagai alat bantu pelayanan.

Yang lebih bermakna, para kader sendiri menyampaikan langsung manfaat yang mereka rasakan — bahwa KENANGA membantu mereka menyampaikan informasi kesehatan kepada orang tua dengan lebih percaya diri, dan memudahkan proses pemantauan kondisi anak yang datang ke Posyandu.


Komitmen yang Berkelanjutan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Bagi Program Studi D3 Kebidanan, ini bukan sekadar satu kegiatan yang selesai dan terlupakan.

Ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang untuk terus hadir di tengah masyarakat — menghadirkan ilmu dan teknologi kesehatan ke tempat yang paling membutuhkan, khususnya di wilayah pedesaan.

Karena pada akhirnya, kesehatan anak Indonesia dimulai dari kader-kader tangguh yang bekerja setiap hari di Posyandu desa — dan mereka layak mendapat dukungan terbaik yang bisa kita berikan.


 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi D3 Kebidanan, dilaksanakan oleh tim dosen bersama mahasiswa sebagai wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Penulis: Bdn. Noordiati, SST., M.Keb (Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat)

Wahidah Sukriani

Penulis artikel di Sapa Bidan. Artikel ditulis berdasarkan penelitian terkini dan pengalaman klinis.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Nilam
Nilam
2 months ago

Terimakasih atas penyuluhannya, sangat terbantu.

Dapatkan tips terbaru langsung di inbox Anda

Bergabung dengan banyak ibu Indonesia yang mendapatkan panduan kehamilan & menyusui setiap minggu.

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x