Perawatan Payudara

Atasi ASI Tersumbat: Panduan Pijat Payudara Mandiri untuk Kelancaran “Cairan Emas”

Wahidah Sukriani
Penulis
šŸ“… ā± 5 menit baca

Panduan Cepat: 5 Langkah Pijat Payudara (Breast Care)

Pijat payudara ibu menyusui bisa dilakukan sendiri di rumah dalam 10 menit. Jika payudara mulai terasa keras atau penuh, lakukan ritual ini segera:

1. Persiapan → Kompres puting dengan kapas berminyak 2-3 menit untuk melunakkan sisa ASI

2. Pijatan Melingkar → Putar kedua tangan dari tengah ke arah luar, 20 kali

3. Urut Sisi Kelingking → Sangga payudara, urut dari pangkal ke puting dengan sisi kelingking, 20 kali

4. Urut Buku Jari → Tekan lembut dengan kepalan tangan dari pangkal ke puting, 20 kali

5. Kompres Penutup → Lap bergantian air hangat lalu air dingin untuk sirkulasi maksimal


Persiapan: Ciptakan Ruang Nyaman

Pijat payudara bukan hanya soal gerakan tangan—tapi soal relaksasi. Jika Ibu stres saat memijat, hormon oksitosin akan terhambat dan pijatan menjadi jauh kurang efektif, bahkan tidak berefek sama sekali. Luangkan waktu khusus untuk ini.

Pilih Tempat Privat → Pastikan Ibu merasa aman dan tidak akan terganggu selama 10-15 menit. Kunci pintu jika perlu.

Gunakan Pelumas yang Aman → Minyak kelapa murni (VCO) adalah pilihan terbaik—alami, aman jika sedikit tertelan bayi, dan memiliki sifat antibakteri yang melindungi puting. Baby oil juga bisa digunakan sebagai alternatif.

Siapkan Handuk di Pangkuan → Jangan kaget jika saat dipijat ASI mulai menetes—itu justru tanda bahwa pijatan Ibu berhasil merangsang refleks let-down!

Hangatkan Tangan Dulu → Gosokkan kedua telapak tangan dengan minyak hingga terasa hangat sebelum menyentuh payudara. Sentuhan tangan yang dingin bisa membuat otot refleks menegang.


Teknik Detail: 3 Gerakan Pijat

Lakukan semua gerakan dengan tekanan yang mantap namun lembut. Panduan tekanan yang tepat: kulit tidak boleh memerah karena gesekan, dan pijatan tidak boleh terasa menyakitkan. Jika nyeri, kurangi tekanan—bukan ditambah.

1. Gerakan Melingkar: Membuka Jalan

Letakkan kedua telapak tangan di tengah dada di antara kedua payudara. Gerakkan melingkar ke arah luar dan ke bawah—tangan kanan melingkar ke kanan, tangan kiri melingkar ke kiri—sambil seluruh permukaan payudara tersentuh.

Bayangkan saluran-saluran ASI yang sedang perlahan terbuka mengikuti gerakan tangan Ibu. Visualisasi ini bukan sekadar metafora—pikiran yang rileks secara nyata membantu hormon oksitosin bekerja dan mendukung aliran ASI.

Ulangi 20 kali dengan tekanan yang konsisten.


2. Gerakan Sisi Kelingking: Mengurai Sumbatan

Sangga payudara kiri dengan tangan kiri dari bawah. Gunakan sisi kelingking tangan kanan (tepi tangan bagian luar) untuk mengurut dari arah ketiak/tepi menuju puting dengan gerakan menyapu yang tegas.

Gerakan ini sangat efektif untuk menggeser sumbatan ASI yang terjebak di bagian pinggir payudara—area yang sering terlewat saat menyusui. Pastikan semua sisi payudara diurut: atas, bawah, kanan, kiri.

Ulangi 20 kali per payudara. Jika menemukan titik yang lebih keras atau lebih nyeri, fokuskan urutan lebih lama di area tersebut.


3. Gerakan Buku Jari: Tekanan Lebih Dalam

Sama seperti gerakan kedua, tapi gunakan buku-buku jari (posisi tangan mengepal) untuk tekanan yang lebih dalam. Gerakan ini efektif untuk mengurai “gerindil”—bagian payudara yang terasa keras seperti bola kecil akibat ASI yang mengendap.

Urut dari pangkal ke arah puting dengan tekanan yang terasa sampai ke dalam jaringan, bukan hanya di permukaan kulit. Lakukan sampai payudara terasa lebih lembek dan nyaman.

Ulangi 20 kali per payudara.


Tabel: Checklist Alat dan Bahan

Alat dan Bahan Pijat Payudara Ibu Menyusui

Alat / BahanFungsi Utama
Minyak Kelapa / Baby OilMelicinkan kulit & mencegah lecet saat dipijat
Kapas BersihUntuk kompres & membersihkan kerak pada puting
Air HangatMembuka saluran susu agar ASI mudah mengalir
Air DinginMenutup pori-pori & mengurangi rasa nyeri/bengkak
Waslap / Handuk KecilMembersihkan sisa minyak setelah pijatan


Kapan Harus Pijat Payudara?

Rutin harian → Minimal 1-2 kali sehari untuk ibu yang memiliki produksi ASI melimpah atau ibu bekerja yang sering terlambat memerah ASI.

Saat payudara terasa penuh atau keras → Lakukan sebelum menyusui atau memerah untuk membantu aliran ASI lebih lancar.

Saat ada sumbatan → Lakukan setiap hari sambil tetap rutin menyusui atau memerah. Jangan tunggu sumbatan parah baru bertindak.

Waktu terbaik → Saat atau setelah mandi air hangat—jaringan lebih rileks dan pijatan lebih efektif.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q: Bolehkah pijat payudara saat sedang bengkak parah atau mastitis?

A: Boleh, tapi lakukan dengan sangat lembut. Jika payudara sudah merah, terasa panas, dan Ibu demam, segera konsultasikan ke bidan atau dokter. Gunakan kompres dingin untuk meredakan radang, dan tetap susui bayi karena isapan bayi adalah cara terbaik mengosongkan sumbatan. Baca panduan lengkapnya di artikel Payudara Nyaman, ASI Lancar: Rahasia Perawatan “Aset” Terpenting Ibu Menyusui.

Q: Apakah pijat payudara bisa dilakukan setiap hari?

A: Sangat disarankan. Minimal 1-2 kali sehari, terutama bagi ibu dengan produksi ASI melimpah atau ibu bekerja yang sering terlambat memerah. Konsistensi lebih penting dari sekali pijat yang lama.

Q: ASI saya tidak menetes saat dipijat, apakah berarti gagal?

A: Tidak. ASI menetes bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Jika setelah pijat payudara terasa lebih ringan, lembek, dan tidak tegang, artinya pijatan Ibu sukses. Reflek let-down (ASI menetes) dipengaruhi banyak faktor—termasuk seberapa rileks Ibu saat memijat.

Q: Seberapa keras tekanan yang tepat?

A: Tekanan yang tepat adalah tekanan yang terasa sampai ke jaringan dalam tapi tidak menyebabkan kulit memerah atau nyeri yang tajam. Bandingkan dengan tekanan saat memijat otot pegal di bahu—mantap, terasa, tapi tidak menyakitkan.


Kesimpulan

Pijat payudara adalah cara Ibu berkomunikasi dengan tubuh sendiri. Jangan tunggu sampai payudara bengkak atau keras untuk mulai memijat—jadikan ini sebagai ritual harian agar perjalanan menyusui Ibu bebas dari drama sumbatan dan nyeri.

Masih ragu dengan gerakan pijatan Ibu atau ada benjolan yang tidak kunjung hilang? Tulis di kolom komentar atau hubungi tim Bidan kami melalui aplikasi SABINA untuk panduan lebih lanjut!


 

Artikel terkait:


Penulis: Wahidah Sukriani, Bidan Ditinjau: Februari 2026

Wahidah Sukriani

Penulis artikel di Sapa Bidan. Artikel ditulis berdasarkan penelitian terkini dan pengalaman klinis.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Dapatkan tips terbaru langsung di inbox Anda

Bergabung dengan banyak ibu Indonesia yang mendapatkan panduan kehamilan & menyusui setiap minggu.

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x