Palangka Raya, Juni-Juli 2026 — Upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya dan melakukan deteksi dini komplikasi kehamilan terus dilakukan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.
Melalui kegiatan bertajuk “Cegah Komplikasi Kehamilan: Edukasi Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan melalui Aplikasi SABINA”, tim pengabdi memberikan edukasi sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital kepada ibu hamil dan kader kesehatan di Kelurahan Kalampangan. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari kader kesehatan dan ibu hamil.
Mengenalkan Deteksi Dini melalui Aplikasi SABINA
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan ibu hamil dan kader dalam mengenali tanda bahaya kehamilan serta mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai media edukasi dan deteksi dini. Peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai tanda bahaya kehamilan serta pelatihan penggunaan aplikasi SABINA (Sahabat Ibu Hamil dan Keluarga). Melalui aplikasi ini, ibu hamil dapat memperoleh informasi mengenai kehamilan, melakukan skrining tanda bahaya, mencatat riwayat kehamilan, serta memanfaatkan fitur konsultasi dengan tenaga kesehatan/pakar.
Selama pelaksanaan kegiatan, pemanfaatan aplikasi SABINA oleh peserta berjalan dengan baik. Ibu hamil memanfaatkan aplikasi untuk memperoleh informasi seputar kehamilan dan melakukan skrining.
Pengetahuan Ibu Hamil Mengalami Peningkatan
Evaluasi pengetahuan dilakukan sebelum dan setelah edukasi. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan dan ibu hamil setelah diberikan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan dan pemanfaatan aplikasi SABINA.
Selain mendapatkan edukasi, peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan masukan selama menggunakan aplikasi. Secara umum, tidak ditemukan kendala dalam pemanfaatan aplikasi SABINA.
Peserta memberikan beberapa masukan untuk pengembangan aplikasi ke depan. Ibu hamil mengharapkan agar informasi mengenai kehamilan dapat terus diperluas sehingga SABINA dapat menjadi sumber informasi yang semakin lengkap.
Peserta juga mengusulkan pengembangan fitur berbasis Artificial Intelligence (AI) sehingga ibu hamil dapat mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehamilan secara langsung, selain menggunakan fitur konsultasi dengan pakar yang telah tersedia.
Mendorong Ibu Hamil Lebih Peduli terhadap Tanda Bahaya

Tim Pengabmas berharap pemanfaatan aplikasi SABINA dapat terus dilakukan oleh ibu hamil setelah kegiatan berakhir. Kader kesehatan juga diharapkan dapat berperan sebagai pendamping dalam mendorong ibu hamil untuk aktif memperoleh informasi, melakukan skrining, dan segera mencari pertolongan apabila ditemukan tanda bahaya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung edukasi kesehatan ibu hamil dan memperkuat upaya deteksi dini komplikasi kehamilan di masyarakat.
“Kenali tanda bahaya, lakukan deteksi dini, dan jangan menunda mencari pertolongan. Ibu sehat, bayi selamat, keluarga bahagia.”
Penulis
Bdn. Wahidah Sukriani, SST., M.Keb